Via Shutterstock by: Atlanticq

Yuk Mengenali 6 Tipe Kepribadian Diri dalam Pemilihan Program Studi dan Karier

Tahapan sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) adalah masa ketika orang mulai mengambil keputusan tentang masa depan mereka.

Tidak jarang siswa meragukan keinginan mereka untuk dapat memutuskan program studi mana yang akan dipilih selama studi di sekolah menengah atau universitas.

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengetahui minat dan bakat Anda, Anda bisa memulainya dari hal yang paling sederhana seperti topik atau hobi favorit Anda.

Selain minat dan bakat, pilihan tentunya juga harus sesuai dengan kepribadian. Kepribadian adalah cara orang berpikir, merasa dan bertindak dengan cara tertentu untuk beradaptasi dengan lingkungan. Kepribadian dapat berkembang melalui faktor genetik dan pengaruh lingkungan (Santock, 2018).

Menurut Holland (1997), kepribadian subjektif dibagi menjadi enam jenis, yang biasa disebut RIAsec, dengan ciri-ciri sebagai berikut:

1. Realistis (realistic)

Menyukai hal-hal praktis, bekerja dengan terampil, memiliki keterampilan khusus (mesin, komputer, dll), memiliki kekuatan otot atau fisik, memiliki koordinasi motorik yang kuat, kurang keterampilan verbal, suka bekerja secara nyata atau dalam kondisi fisik.

Gelar atau pekerjaan yang cocok untuk tipe kepribadian ini antara lain teknisi, mekanik, insinyur, penerbangan, robot, listrik, robotika, angkatan laut, akademi kepolisian, akademi militer, ilmu komputer, dan teknik sipil.

2. Penyelidikan (investigasi)

Dia suka bertanya atau berpikir kritis, suka memecahkan teka-teki, membuat keputusan berdasarkan data atau informasi yang dikumpulkan, membutuhkan waktu untuk berpikir dan bernalar, suka menganalisis masalah dan tidak menilai sesuatu secara acak.

BACA JUGA  Adanya Kurikulum Baru, Ini Dia Peran Guru Demi Terwujudnya Kurikulum Sekolah Penggerak

Gelar sarjana atau pekerjaan yang cocok untuk tipe kepribadian ini termasuk peneliti, peneliti, pengembang perangkat lunak, ilmuwan alam, psikolog, psikiater, dokter, guru atau dosen, pustakawan, apoteker, dan jurnalis.

 

3. Teknis (Artistik)

Suka berekspresi, suka membuat karya seni, suka melakukan kegiatan seni (menyanyi, akting, menari atau membaca puisi), menghindari hal-hal yang monoton atau biasa, dan tidak selalu suka melakukan hal yang sama.

Program atau karir perguruan tinggi yang cocok untuk tipe kepribadian ini termasuk desainer, ilustrator, seniman, penyair, desain komunikasi visual (DKV), komposer, penulis, sutradara, aktor, penari, pembuat konten, dan seniman komik.

 

4. Sosial (Sosial)

Pandai berkomunikasi dan berbicara sosial, memiliki pikiran sosial atau interaktif, lebih banyak menggunakan emosi, mampu bekerja sama, dapat dipercaya atau dirahasiakan, tidak menyukai pekerjaan yang melibatkan mesin atau alat.

Kursus atau pekerjaan yang cocok untuk tipe kepribadian ini termasuk konselor, psikolog, guru, pekerja sosial, perawat, terapis, mediator, konsultan, sosiolog, dan praktisi hubungan masyarakat.

5. Kewirausahaan (Entrepreneurship)

Memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain (meyakinkan), kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, ambisi dan optimisme yang tinggi, dan tujuan yang jelas untuk melakukan sesuatu yang dominan dan agresif.

Derajat atau pekerjaan yang cocok untuk tipe kepribadian ini, misalnya, manajer penjualan, pengusaha, agen pemasaran, aktivis, pengacara, hakim, hubungan masyarakat dan politikus komersial.

 

6. Tradisional (tradisional)

Terorganisir, rapi, teratur, efisien, metodis, dan memperhatikan detail orang. Ketekunan dan ketekunan dalam tugas yang berulang, mampu menyusun kata dan angka dengan baik, tidak suka mendapat masalah, tidak suka melakukan hal-hal yang tidak aman atau di luar zona aman.

Program sarjana atau karir yang cocok untuk tipe kepribadian ini antara lain juru tulis bank, juru tulis bank, sekretaris, juru tulis, juru tulis, akuntan, aktuaris, ahli statistik, bendahara, arsiparis, dan ahli pajak.

BACA JUGA  Pembatasan Penggunaan Gadget pada Anak Dengan Menggunakan Aplikasi

Teori Holland menyatakan bahwa interaksi individu dengan lingkungan merupakan faktor utama untuk penyesuaian diri. Oleh karena itu, studi berdasarkan kepribadian dan pilihan profesi memudahkan proses adaptasi.

Hal ini dapat membantu orang menjadi lebih berkembang, sukses, dan puas dengan pekerjaannya karena berada dalam lingkungan dengan karakteristik yang mirip atau mirip dengan dirinya.

Termasuk tipe apakah Anda setelah mempelajari teori Holland? Jika Anda masih kesulitan memilih jurusan atau profesi, Anda bisa berbicara dengan guru, orang tua, atau teman tentang jenis yang tepat untuk Anda. Mulailah mengenal diri sendiri dan perhatikan lingkungan sekitar untuk mengenal mereka