Via Shutterstock by: Rawpixel.com

Munculnya Kasus Bullying di Sekolah dan Begini Cara Mengatasinya

Isu bullying di Indonesia seolah tak kunjung reda. Kasus-kasus bullying sering kita jumpai, baik melalui pemberitaan di TV maupun media sosial, dan kasus-kasus bullying sangat jarang terjadi di sekitar kita.

Bullying datang tidak hanya dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi juga melalui kata-kata atau apapun yang dapat menyakiti orang lain secara fisik dan emosional. Bullying adalah tindakan menampilkan perilaku agresif dan manipulatif oleh satu orang atau lebih dan ditunjukkan kepada orang lain.

Bullying, seperti yang kita ketahui, sangat umum terjadi di Indonesia dari waktu ke waktu. Meski banyak korban yang dirugikan dan dihukum akibat tindakan tersebut, namun bullying terus berlanjut, terutama di sekolah. Para pelaku intimidasi juga tidak jauh dari teman sebaya atau anggota keluarga korban itu sendiri.

Menurut Weber (2014), ada empat faktor yang menyebabkan seseorang melakukan bullying, yaitu faktor individu, keluarga, lingkungan dan teman sebaya (Zakiyah EZ, Humaedi S, dan Santoso MB, 2017).

Bullying menjadi topik yang menarik untuk dibahas karena banyaknya kasus bullying di Indonesia khususnya di lingkungan sekolah. Pada artikel kali ini, kita akan membahas kasus-kasus bullying yang terjadi di Indonesia belakangan ini yang sedang menjadi perbincangan publik.

Kasus bullying di Sekolah

Via Shutterstock by: Lopolo

Baru-baru ini, kasus bullying terjadi di MTS Kotomobagu di Sulawesi Utara yang mengakibatkan korban tewas.

Salah satu siswa bernama Bintang dibully hingga meninggal dan diketahui korbannya bukan hanya Bintang namun masih banyak korban lainnya yang dibawa ke rumah sakit akibat kasus bullying. Bullying yang dialami Bintang merupakan tindakan pelecehan yang dilakukan oleh sembilan teman sekolahnya.

Korban meninggal karena luka usus bagian dalam yang parah akibat pendarahan dari paru-paru akibat pukulan yang cukup parah. Dia menjalani operasi dan dokter mengangkat 30cm usus yang terkena dan mengeluarkan satu liter darah dari paru-parunya.

BACA JUGA  Hari Senin Anak-Anak Sudah Masuk Sekolah, Orang Tua Perlu Memperhatikan 2 Hal Berikut Ini

Setelah Bintang jatuh, diketahui ada korban bullying yang sempat dirawat di rumah sakit akibat penganiayaan sebelum Bintang.

Total ada sekitar 4 korban. Dalam hal ini, pihak sekolah sendiri mengaku lalai dan berjanji akan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi bullying

Via Shutterstock by: WindVector

Meningkatnya kasus bullying yang berujung pada kematian korbannya saat ini bukanlah perkara kecil. Kasus bullying yang banyak terjadi di sekolah-sekolah memiliki berbagai penyebab.

Oleh karena itu, berbagai pihak harus bekerja sama dengan baik, terutama di lingkungan sekolah yang sama. Sekolah harus menerapkan program anti-intimidasi, yang kemudian tersedia untuk semua siswa, dan ada pertemuan rutin antara guru dan orang tua untuk membahas perilaku siswa untuk pengamat.

Menurut Ferdous (2019), ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi kasus bullying di sekolah. Antara lain, memperkenalkan program anti-bullying agar siswa bisa belajar tentang bullying. Dengan demikian, sekolah dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi perkembangan pribadi dan sosial siswa. Akhirnya, harus ada pertukaran ekstensif antara sekolah, guru dan orang tua tentang kepribadian dan perkembangan sosial siswa di sekolah.